JAKARTA, SELASA - Sejak kelahiran bayi putrinya, Aqueeni Aziz Djorghi, penampilan Annisa Trihapsari jauh berbeda. Istri Sultan Djorgi ini memantapkan hatinya untuk menutup aurat dengan berbusana muslimah.
Mengenakan gamis atau stelan tunik dan celana panjang, lengkap dengan jilbab, Annisa terlihat lebih cantik dan anggun. Bros dipilihnya sebagai aksesori.
Untuk jilbab, ia memilih yang persegi empat. Terinspirasi gaya berjilbab perempuan Timur Tengah? "Ya, begitulah. Aku memang enggak suka pakai ciput (bagian dalam jilbab). Seperti cewek-cewek Mesir, simple. Buatku jilbab segi empat itu lebih fashionable, bisa dikombinasikan," jelas perempuan kelahiran Jakarta, 24 Mei 1976 ini.
Aku Annisa, ia tak perlu menyediakan anggaran besar untuk membeli jilbab. Kebanyakan jilbabnya dibelinya di Pasar Tanah Abang. "Aku cocok belanja di sana. Selain murah, juga banyak warnanya. Jadi, budget-nya enggak terlalu mahal," ucapnya.
Akunya pula, harga gamis dan stelan tunik dan celana panjang pun tidak semahal busananya sebelum berjilbab. "Sekarang aku pakai baju dari Zahira dan FR, enak dipakai dan murah. Dan, yang pasti, sekarang budget untuk beli baju jauh lebih murah daripada dulu. Jadi, uangnya buat beli susu anak saja, jauh lebih bermanfaat," tutur Annisa, yang juga punya satu anak perempuan, Danya Sekar Taji, dari Ari Sigit, dan anak laki-laki, Rafly, dari Adjie Pangestu.
Annisa menilai, dirinya memang modis dan kadang memiliki imajinasi sendiri mengenai pakaian. "Tapi, yang penting buatku, simple, sopan, enggak berlebihan, dan enggak mahal," tuturnya lagi. "Itu mottoku," imbuhnya. (C-03/ATI)
Selasa, 16 September 2008
Annisa Trihapsari: Jilbab Mesir ala Tanah Abang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar